FUNGSI DAN MAKNA MANTRA PENGOBATAN BELIAN DALAM TRADISI LISAN MASYARAKAT DAYAK PASER
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan menginterpretasikan makna mantra pengobatan Belian dalam tradisi lisan masyarakat Dayak Paser di Desa Pondok Labu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif semiotika. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan terhadap pelaksanaan ritual Belian yang masih dipraktikkan oleh masyarakat setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta pendekatan semiotika Riffaterre melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan Belian memiliki enam fungsi utama, yaitu fungsi penyembuhan, perlindungan, religius-spiritual, psikologis, sosial, dan pelestarian budaya. Selain itu, mantra juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan alam, kosmologi, penyembuhan spiritual, perlindungan tubuh, kekuatan bunyi, serta relasi manusia dan alam. Simbol-simbol dalam mantra menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Paser memiliki sistem pengetahuan lokal yang kompleks dan terintegrasi dalam praktik budaya. Mantra Belian tidak hanya berfungsi sebagai media pengobatan tradisional, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya dan sistem kepercayaan masyarakat.
Downloads
References
Amir, A. (2013). Tradisi Lisan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. London: Fontana Press.
Bascom, W. (1965). The Forms of Folklore: Prose Narratives. Journal of American Folklore, 78(307), 3–20.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.
Crystal, D. (2008). A Dictionary of Linguistics and Phonetics. Oxford: Blackwell.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.
Eco, U. (1976). A Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press.
Finnegan, R. (2012). Oral Literature in Africa. Cambridge: Open Book Publishers.
Foley, J. M. (2002). How to Read an Oral Poem. Urbana: University of Illinois Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Halliday, M. A. K. (1978). Language as Social Semiotic. London: Edward Arnold.
Hymes, D. (1974). Foundations in Sociolinguistics. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Jakobson, R. (1987). Language in Literature. Cambridge: Harvard University Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage.
Ong, W. J. (2002). Orality and Literacy. London: Routledge.
Peirce, C. S. (1931). Collected Papers of Charles Sanders Peirce. Cambridge: Harvard University Press.
Riffaterre, M. (1978). Semiotics of Poetry. Bloomington: Indiana University Press.
Saussure, F. de. (1983). Course in General Linguistics. London: Duckworth.
Sibarani, R. (2018). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Taum, Y. Y. (2011). Studi Sastra Lisan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Vansina, J. (1985). Oral Tradition as History. Madison: University of Wisconsin Press.







