MITOS TANAH KUBURAN DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI DESA TERANGKEH
Keywords:
mitos, tanah kuburan, budaya lokal, kepercayaan masyarakat, ruang sakral.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna mitos tanah kuburan serta menganalisis pengaruh kepercayaan masyarakat terhadap mitos tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Terangkeh, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka mengenai mitos tanah kuburan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos tanah kuburan masih bertahan sebagai bagian dari sistem kepercayaan masyarakat meskipun tingkat penerimaannya mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Bentuk mitos yang ditemukan meliputi kepercayaan terhadap kekuatan gaib tanah kuburan, pemaknaan kuburan sebagai ruang sakral, pengalaman subjektif yang dikaitkan dengan area pemakaman, serta keyakinan mengenai penggunaan tanah kuburan untuk tujuan tertentu. Kepercayaan tersebut berpengaruh terhadap perilaku masyarakat, seperti munculnya sikap lebih berhati-hati, rasa sugesti terhadap peristiwa tertentu, penghormatan terhadap tradisi leluhur, serta penyesuaian pemaknaan mitos dengan nilai-nilai agama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian budaya lokal, khususnya mengenai sistem kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi upaya dokumentasi dan pelestarian warisan budaya takbenda yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat.
Downloads
References
Areza, C., Amda, A. D., & Putrajaya, G. (2019). Kepercayaan Masyarakat Desa Batu Bandung Mengunjungi Kuburan Panjang (Keramat). IAIN Curup.
Eliade, M. (1959). The Sacred and The Profane: The Nature of Religion. Harcourt, Brace & World.
Firdaus, Z., & Ansori, M. (2024). Dimensi sosial budaya dalam mitos larangan makan ikan lele di Kabupaten Lamongan: Kajian etnografi kepercayaan lokal. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 4(4), 1–12. https://doi.org/10.69957/tanda.v4i04.1760
Firnando, R., & Zahara, S. (2023). Nilai-nilai tradisi turun tanah perspektif masyarakat di Desa Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis. Al-Amin Journal, 1(1). https://doi.org/10.53398/alamin.v1i1.235
Franige, R., Alvaro, A., Prayogi, R., & Riadi, B. (2025). Nilai moral dalam mitos Naga Mas Danau Ranau pada masyarakat Desa Sukau. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 3(1), 132–141. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i1.1285
Koentjaraningrat. (1980). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Malinowski, B. (1954). Myth in Primitive Psychology. London: Routledge.
Mukarram, M. L., & Ishaac, M. (2024). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Batunggu Kubur di Desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk. Jurnal PERADABAN. https://doi.org/10.29313/tamadduna.v1i2.5037
Nisa, F. (2021). Representasi aspek perlawanan pada dominasi patriarki budaya Bali dalam karya I GAK Murniasih dan Citra Sasmita. JADECS: Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies, 6(1). https://doi.org/10.17977/um037v6i12021p35-43
Permatasari, M., Suprapto, Y., Setiawan, D., & Setyowati, D. (2021). Implementasi interaksi sosial dan kearifan lokal dalam konservasi lingkungan Kampung Sasiranngan Banjarmasin. Jurnal Kawistara, 11, 143–155. https://doi.org/10.22146/kawistara.v11i2.62946
Peursen, C. A. van. (1988). Strategi Kebudayaan. Kanisius.
Rahmadani, R., et al. (2022). Etnobiologi di Kalimantan Selatan. ResearchGate.
Silaban, A., Nasution, A. R., Simanullang, C., Nasution, D. S. N., Azizah, F., Pakpahan, G. L., Firmansyah, I., Priska, N., & Purnamasari, I. (2024). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi tradisi kepercayaan pada masyarakat Jawa. Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(6), 178–185. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i6.408
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suswandari, S., Armiyati, L., & Azid, N. (2022). Local wisdom of Dayak ethnic groups in central Kalimantan, Indonesia. Etnosia: Jurnal Etnografi Indonesia, 67–85. https://doi.org/10.31947/etnosia.v7i1.20633
Tohri, A., Rasyad, A., Sururuddin, M., & Istiqlal, L. (2021). The urgency of Sasak local wisdom-based character education for elementary school in East Lombok, Indonesia. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE). https://doi.org/10.11591/ijere.v11i1.21869







