KEARIFAN LOKAL DAN KETAHANAN BUDAYA MASYARAKAT ENDE–LIO DI FLORES DALAM MENGHADAPI MODERNISASI

Authors

  • Rosa Delima Lete SDN 1 Sengayam Author

Keywords:

kearifan lokal, ketahanan budaya, Ende–Lio, modernisasi, Flores

Abstract

Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan ketahanan budaya masyarakat Ende–Lio di Flores dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Masyarakat Ende–Lio memiliki sistem budaya yang kuat yang tercermin dalam kelembagaan adat, bahasa daerah, tradisi lisan, tenun ikat, serta hubungan spiritual dengan alam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kearifan lokal yang masih bertahan dan menganalisis perannya dalam memperkuat ketahanan budaya masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dokumen budaya, dan kajian etnografi yang relevan. Analisis data dilakukan secara interpretatif melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem adat nua mbada, kepemimpinan mosalaki, penggunaan bahasa daerah, tradisi tenun ikat, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur masih menjadi fondasi utama identitas budaya masyarakat Ende–Lio. Meskipun modernisasi membawa perubahan sosial, ekonomi, dan komunikasi, masyarakat tetap mampu mempertahankan nilai-nilai budaya melalui adaptasi, pendidikan budaya, pengembangan pariwisata budaya, dan pemanfaatan teknologi digital. Kearifan lokal terbukti menjadi modal budaya yang memperkuat ketahanan budaya masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barthes, R. (1977). Image, music, text. Fontana Press.

Berkes, F. (2012). Sacred ecology (3rd ed.). Routledge.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Durkheim, E. (1984). The division of labor in society. Free Press. (Original work published 1893)

Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Giddens, A. (1990). The consequences of modernity. Stanford University Press.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Inglehart, R., & Baker, W. E. (2000). Modernization, cultural change, and the persistence of traditional values. American Sociological Review, 65(1), 19–51. https://doi.org/10.2307/2657288

Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge.

Steward, J. H. (1955). Theory of culture change: The methodology of multilinear evolution. University of Illinois Press.

Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Publishing.

UNESCO. (2017). Culture for sustainable urban development. UNESCO Publishing.

Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

KEARIFAN LOKAL DAN KETAHANAN BUDAYA MASYARAKAT ENDE–LIO DI FLORES DALAM MENGHADAPI MODERNISASI. (2026). SEMIORA: Jurnal Bahasa, Semiotika, Dan Budaya , 1(1), 50-59. https://semiora.stkippb.com/semiora/article/view/8

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.