SELAMATAN LEUT BAJAU SAMMAH: RITUAL MARITIM DAN KEARIFAN BUDAYA MASYARAKAT KOTABARU

Authors

  • Bangun Verdhana SDN 1 Kotabaru Hulu Author

Keywords:

Selamatan Leut Bajau Sammah, ritual maritim, etnografi, identitas budaya,

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah, pelaksanaan, makna simbolik, nilai budaya, dan proses pewarisan tradisi Selamatan Leut Bajau Sammah pada masyarakat Bajau Sammah di Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas sandro, tokoh adat, tokoh agama, nelayan, perempuan yang terlibat dalam persiapan ritual, serta generasi muda masyarakat Bajau Sammah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selamatan Leut Bajau Sammah merupakan ritual maritim yang berakar pada tradisi mamuja dan mengalami proses akulturasi dengan ajaran Islam. Ritual ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan yang melibatkan partisipasi kolektif masyarakat. Berbagai simbol ritual seperti anceak, kelengkeang, ketan tujuh warna, dan replika rumah mengandung makna religius, sosial, dan ekologis. Tradisi ini juga merepresentasikan nilai pengetahuan lokal, gotong royong, solidaritas sosial, serta kesadaran ekologis masyarakat terhadap laut sebagai sumber kehidupan. Pewarisan budaya dilakukan melalui keluarga, komunitas, dan keterlibatan generasi muda dalam setiap tahapan ritual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian antropologi budaya, etnografi komunikasi, dan warisan budaya takbenda, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai hubungan antara ritual maritim, identitas budaya, dan kearifan ekologis masyarakat Bajau Sammah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.

Berkes, F. (2012). Sacred ecology (3rd ed.). Routledge.

Durkheim, E. (1912). The elementary forms of religious life. George Allen & Unwin.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. University of Pennsylvania Press.

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Penerbit Buku Kompas.

Keraf, A. S. (2014). Filsafat lingkungan hidup: Alam sebagai sebuah sistem kehidupan. Kanisius.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Parsons, T. (1951). The social system. Free Press.

Peirce, C. S. (1931). Collected papers of Charles Sanders Peirce (Vols. 1–6). Harvard University Press.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Sather, C. (1997). The Bajau Laut: Adaptation, history, and fate in a maritime fishing society of south-eastern Sabah. Oxford University Press.

Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.

Stacey, N. (2007). Boats to burn: Bajo fishing activity in the Australian fishing zone. ANU Press.

Steward, J. H. (1955). Theory of culture change: The methodology of multilinear evolution. University of Illinois Press.

Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Publishing.

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.

Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.

Warren, J. F. (1983). The Sulu Zone, 1768–1898: The dynamics of external trade, slavery, and ethnicity in the transformation of a Southeast Asian maritime state. Singapore University Press.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

SELAMATAN LEUT BAJAU SAMMAH: RITUAL MARITIM DAN KEARIFAN BUDAYA MASYARAKAT KOTABARU. (2026). SEMIORA: Jurnal Bahasa, Semiotika, Dan Budaya , 1(1), 30-40. https://semiora.stkippb.com/semiora/article/view/6

Similar Articles

1-10 of 11

You may also start an advanced similarity search for this article.