MAKNA SIMBOLIK BUNGA EDELWEIS SEBAGAI IKON WISATA ALAM DI KAWASAN BROMO
Keywords:
edelweis, semiotika, ikon wisata, budaya TenggerAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik bunga edelweis (Anaphalis javanica) sebagai ikon wisata alam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui perspektif semiotika. Secara khusus, penelitian ini mengidentifikasi makna ekologis, kultural, dan wisata yang melekat pada edelweis serta menjelaskan proses pembentukannya sebagai simbol yang merepresentasikan identitas destinasi Bromo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kawasan savana Bromo, wawancara tidak terstruktur dengan wisatawan dan pelaku usaha wisata, studi dokumentasi, serta telaah pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan perspektif semiotika untuk mengungkap hubungan antara tanda, makna, dan konteks sosial budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekologis edelweis dimaknai sebagai simbol ketahanan hidup dan kemampuan beradaptasi pada lingkungan ekstrem. Secara kultural, edelweis berfungsi sebagai simbol kesucian, keabadian, dan penghubung spiritual masyarakat Tengger dengan leluhur melalui ritual Kasada. Dalam konteks wisata, edelweis merepresentasikan cinta abadi, kemurnian, dan eksklusivitas yang memperkuat citra Bromo sebagai destinasi wisata alam. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan wisata berbasis konservasi dan budaya lokal melalui program interpretasi wisata yang edukatif, sehingga pelestarian edelweis dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Downloads
References
Barthes, R. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.
Baudrillard, J. (1994). Simulacra and Simulation. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Berger, A. A. (2010). Signs in Contemporary Culture: An Introduction to Semiotics. New York: Routledge.
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Cambridge: Harvard University Press.
Chandler, D. (2007). Semiotics: The Basics (2nd ed.). London: Routledge.
Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society (2nd ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Cohen, E. (1988). Authenticity and Commoditization in Tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386.
Dann, G. M. S. (1996). The Language of Tourism: A Sociolinguistic Perspective. Wallingford: CAB International.
Douglas, M. (1970). Natural Symbols: Explorations in Cosmology. London: Barrie & Rockliff.
Eco, U. (1976). A Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press.
Fiske, J. (1990). Introduction to Communication Studies (2nd ed.). London: Routledge.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.
Jenkins, H. (2006). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. New York: New York University Press.
Krippendorf, J. (1987). The Holiday Makers: Understanding the Impact of Leisure and Travel. Oxford: Butterworth-Heinemann.
MacCannell, D. (1976). The Tourist: A New Theory of the Leisure Class. New York: Schocken Books.
Peirce, C. S. (1931). Collected Papers of Charles Sanders Peirce. Cambridge: Harvard University Press.
Saussure, F. de. (1916). Course in General Linguistics. New York: McGraw-Hill.
Turner, V. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Ithaca: Cornell University Press.
Urry, J. (1990). The Tourist Gaze: Leisure and Travel in Contemporary Societies. London: Sage Publications.
Utomo, B. S. (2017). Etnobotani Edelweis (Anaphalis spp.) di Desa Ngadas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Malang: Universitas Brawijaya.
Wahyudi, D. (2010). Distribusi dan Kerapatan Edelweis (Anaphalis javanica) di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jurnal Penelitian Kehutanan, 7(2), 45–54.
Weaver, D. (2006). Sustainable Tourism: Theory and Practice. Oxford: Elsevier.
Yahya, A. M. (2026). Semiotika: Teori Tanda dalam Bahasa, Budaya, dan Komunikasi. Yogyakarta: CV. Diva Pustaka.







